Home / dunia islam terkini / UKURAN AURAT DALAM TUNTUNAN SHALAT 5 WAKTU ATAUPUN SUNNAH SEPERTI TAHAJJUD

UKURAN AURAT DALAM TUNTUNAN SHALAT 5 WAKTU ATAUPUN SUNNAH SEPERTI TAHAJJUD

MADZHAB HANAF1: Batas aurat wanita dalam shalat adalah setubuhnya, sampai rambut yang terjuntai dari arah telinga pun termasuk aurat. Karena sabda Rasul Allah saw.:

artinya:

“Wanita itu sendiri adalàh aurat.”

Kemudian dikecualikan daripadanya perut kedua telapak tangan. perut telapak tangan itu bukan .aurat, tapi punggungnya tetap aurat. Sebaliknya telapak kaki, punggungnya bukan aurat, tapi perutnya aurat.

MADZHAB SYAFI’I: Batas aurat wanita dalam shalat ialah seluruh tubuhnya, sampai rambut yang terjuntai dari arah telinga, kecuali wajah dan dua telapak tangan saja, baik punggung ataupun perutnya.

MADZHAB HAMBALI: Batas aurat dalam pandangan mereka bagi wanita dalam shalat ialah seluruh tubuh selain wajah saja. Selain wajah, seluruh tubuh wanita adalah aurat.

Lain halnya dalam MAÐZHAB MALIKI. Dalam madzhab ini, aurat wanita dalam shalat dibagi dua: Mughalladzhah dan Mukhaffafah (aurat berat dan aurat ringan). Aurat Mughallazhah bagi wanita menurut mereka adalah seluruh tubuh selain ujung-ujungnya dan dada. Sedang dada itu sendiri dan yang setentang dengannya seperti punggung di belakang dada, kemudian hasta, leher, kepala dan bagian tubuh antara lutut sampai ke telapak kaki, semuanya adalah aurat mukhaffafah. Ada pun wajah dan dua telapak tangan, baik perut maupun punggungnya, sama sekali bukan aurat.

semua itu bisa terhindar jika perempuan menggunakan jilbab yang itu sebagai hijab baginya sehingga auratnya tidak terlihat oleh kalangan banyak.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam