Home / Uncategorized / WANITA MUSLIMAH BERCELANA PANJANG MODEL KAIN KETAT

WANITA MUSLIMAH BERCELANA PANJANG MODEL KAIN KETAT

dalam pembahasan yang berjudul “sifat dan syarat trend busana wanita muslim 2016”  hadits-hadits yang disebutkan  , kiranya jelaslah bagi kita betapa buruknya meniru-niru itu.

Dan sekarang apakah yang akan Anda katakan tentang wanita yang memakai celana panjang ketat  menyerupai laki-laki, tambahan pula celana itu ketat dan tetap menggambarkan bentuk tubuh pemakainya, bahkan merangsang anak-anak muda?

Saya tidak ragu sama sekali, bahwa mereka sebenarnya telah kehilangan keseimbangan berfikir.

Apa maunya dengan memakai celana panjang ketat seperti itu? Bukankah dengan itu malah terlepas dan tabiat kewanitaannya dan membikinnya semakin buruk dan jelek, sekalipun mereka merasa bertambah cantik dan molek dan terpelihara dari gangguan anak-anak muda. Tapi kalau niatnya memang agar lebih menarik, maka yang akan tertarik hanyalah pemuda yang rusak pula, yang tidak tahu sedikit pun keutamaan, kesopanan dan perasaan yang luhur.Kepada para pendidik, saya pesankan, daripada melarang anak-anak wanita memakai kudung dan penutup aurat mereka di sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi, bukankah bagi siapapun yang berakal lebih baik melarang mereka mengenakan pakaian yang buruk itu, yang sama sekali tidak cocok dengan kesopanan umum bagi wanita, kesuciannya dan keluhuran perasaannya.

Artinya:“Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Sabda Rasulullah saw.: “Barangsiapa memakai pakaian yang membikin heboh di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian yang menghinakan kelak di hari kiamat” (H.R. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I dan Ibnu Majah, sedang tokoh-tokoh sanadnya tsiqat / terpercaya)

Hadits di atas berbicara soal pakaian yang dipakai dengan tujuan menarik perhatian orang agar memandang pakaian yang berwarna menyolok itu, atau yang jahitannya dibikin sedemikian rupa supaya menarik atau cara yang lain.

Bagi wanita Islam, pakaian seperti itu haram dipakai. Dan seperti yang telah kami terangkan, pakaian wanita Islam ada sendiri dengan ciri-ciri khusus. Mengenai hadits di atas, Ibnul Atsir berkata:artinya kemasyhuran.

Dan maksud hadits, bahwa manusia celaka yang diramalkannya itu berpakaian dengan pakaian yang membikin heboh, karena warnanya lain dengan warna-warna baju yang umum dipakai orang, sehingga semua mata orang tertuju kepadanya, maka timbullah kesombongan dan keangkuhannya.

Sedang mengenai  “stauba madzallatinn”, Asy-Syaukani mengatakan, bahwa yang dimaksud ialah pakaian yang menyebabkan pemakainya mendapat kehinaan di hari kiamat. Karena di dunia ia telah memakai pakaian kebanggaan lalu menyombongkan diri dengannya terhadap orang lain.

Dan perlu diketahui, bahwa memakai pakaian kebanggaan yang membikin heboh itu terlarang baik atas wanita maupun lelaki. Karena dalam hal ini Rasulullah bersabda secara umum.

Adapun menurut interpretasi Ibnu Ruslan, bahwa oleh karena orang itu di dunia telah memakai pakaian yang bikin heboh sehingga orang lain terpedaya karenanya dan menerima kesombongannya, maka pada hari kiamat Allah memberinya pakaian yang membuat terkenal hina dan sengsara di kalangan orang-orang yang dulu dia sombongi.

Jadi hukuman itu cocoklah dengan perbuatan yang dulu pernah ia lakukan.Ta’wil atau interpretasi di atas didukung oleh tambahan yang terdapat pada periwayatan lain oleh Abu Daud menurut jalur sanad Abu ‘Awanah, dengan tambahan kata yang artinya:“…….. yang memuat kobaran api.”

Jadi kesimpulannya, bahwa hadits di atas menunjukkan tentang haramnya memakai pakaian yang bisa bikin heboh. Tapi bukan berarti hadits itu secara khusus mengecam pakaian yang mahal. Karena kehebohan itu bisa saja terjadi dan orang yang memakai pakaian yang aneh-aneh, sekalipun murah harganya tapi tidak umum dipakai, maksudnya supaya orang tertarik lalu mengabumi dan menghormati karena pakaiannya.

Berkata Ibnu Ruslan: “Bila dengan memakai pakaian, orang bermaksud agar terjadi kehebohan, maka tak ada bedanya apakah pakaian itu mahal atau murah harganya, dan apakah sesuai dengan yang umum dipakai orang atau tidak. Karena pengharaman itu berkisar tentang keinginan membikin kehebohan.

Jadi yang penting ialah fiat yang baik, sekalipun niat itu ternyata meleset.”Dan memang begitulah, sebenarnya baik laki-laki maupun perempuan kalau sudah bisa menghilangkan niatnya ingin membikin heboh dengan pakaiannya, dengan memenuhi syarat-syarat kesederhanaan umpamanya, sekalipun yang dipakai itu pakaian indah. Asal tidak berwarna menyolok hingga menarik perhatian orang, maka tak ada jeleknya, dengan dalil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim:

Artinya:“Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Sabda Rasulullah saw.: Takkan masuk sorga orang yang terdapat dalam hatinya kesombongan seberat dzarrah sekalipun”.Seorang lelaki bertanya: “Sesungguhnya orang menyukai baju yang bagus dan sandal yang indah”. Jawab Rasul: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, menyukai keindahan. Kesombongan ialah tidak mengakui kebenaran dan menghina orang lain” Jadi ringkasnya mengenai “Tsiyab Syuhrah” (pakaian yang bikin heboh), pasalnya ialah pasal niat.

Dan yang tahu persis soal niat ini selain Allah tak ada lagi Karena Dialah yang tidak samar bagiNya semut hitam yang merangkak dalam kegelapan malam di atas batu yang bisu.Namun demikian sebaiknya dan lebih utama bagi wanita hendaknya memakai pakaian yang sederhana tak usah yang terlalu indah, demi penghematan dan agar terhindar dan syubhat. Karena pertengahan atau kesederhanaan dalam segala hal adalah sebaik-baik jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan –Insya Allah–.Dan tinggallah sekarang tentang pakaian yang menyerupai orang kafir menurut H.R. Ahmad, Muslim dan An-Nasa’i:

Artinya:“Dari Abdullah bin, ‘Amr, berkata: Rasulullah saw. pernah melihatku memakai dua baju celupan ‘Ushfur (berwarna kuning emas). Maka sabda beliau: “Sesungguhnya ini termasuk pakaian orang-orang kafir, maka jangan kamu pakai” Nampaknya hadits di atas melarang meniru-niru orang kafir dalam berpakaian di jaman apa pun. Karena meniru-niru pakaian pun termasuk “barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk mereka”; selain menunjukkan pula larangan memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur, seperti yang akan kita terangkan lebih lanjut dalam bab perhiasan wanita.

Kemudian ingin pula aku bisikkan ke telinga kaum wanita yang suka pamer dan lupa akan akhirat, bahwa yang menjadi idaman lelaki yang berakal ialah justru wanita yang senantiasa berpakaian Islam, yaitu wanita yang patuh kepada perintah Allah dan teguh dalam agama-Nya serta berkemauan keras menjalankannya, yang dengan itu nilai seseorang dapat ditimbang dan kepribadiannya menjadi utama.

Dan wanita seperti itu berarti pula ikut menciptakan suatu masyarakat adil makmur yang menjadi cita-cita semua orang sampai orang yang fasik sendiri sekalipun. Karena masyarakat dengan kepribadian wanita seperti itulah masyarakat yang benar-benar tenteram, tak ada keributan tak ada kebuasan.Adapun “tabarruj” sebagaimana yang dilarang dalam Al-Qur’an atas kaum wanita, sebenarnya bukan sekedar pamer, tapi yang dimaksud ialah menolak dan membuang hukum dan syari’at Allah, membuang prinsip-prinsip kemanusiaan, yang siapa pun berjiwa bersih pasti menyukainya sekalipun belum mampu melaksanakannya.

Tabarruj berarti pula kelemahan jiwa dan ketidak berdayaan menghadapi godaan nafsu, yang identik dengan ikut membentuk masyarakat binatang yang kacau balau tanpa moral. Itukah yang tuan-tuan inginkan?!

About admin

Check Also

Sahabat yang murtad lalu bertaubat

murtad lalu bertaubat Pertanyaan: sesungguhnya sahabat yang telah ditetapkan kesahabatannya kemudian keluar dari islam setelah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam