Home / dunia islam terkini / Wirid orang yang berpuasa

Wirid orang yang berpuasa

Wirid Orang-Orang yang Berpuasa merupakan wirid yang sering dibaca ketika berpuasa berlangsung, yaitu berupa zikir-zikir islam yang berpahala.

Orang yang berpuasa memiliki nyanyian tersendiri, lantunan yang membekas pada jiwa, serta wiridan abadi.

Orang yang berpuasa adalah orang yang paling banyak berzikir. Waktu siang yang panjang dimanfaatkan untuk berzikir. Jika mereka lapar, kelaparan itu mereka halau dengan zikir. Dengan berzikir mereka merasa nyaman.

 “Ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun begitu.” (QS. Al Baqarah: 152)

Jika mereka bersyukur kepada Allah maka Dia akan menambah kenikmatan-Nya kepada mereka.

“Sungguh, jika kalian bersyukur, pasti akan Kami tambah.” (QS.Ibrahim: 7)

Orang yang berpuasa dengan benar, selalu ingat kepada Allah, baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Orang yang berpusa dengan benar, hatinya menjadi tenang, jiwanya tenteram karena cinta, dan selalu ada kerinduan bertemu Allah.

“Perumpamaan orang yang ingat kepada Allah dengan orang yang tidak, bagaikan orang yang hidup dengan orang yang telah mati.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tiada tuhan selain Allah, orang yang hatinya mati tidak akan mau lagi berzikir. Dia hidup di dunia hanya sebatas makan, minum, dan bermain, tidak mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya.

Rasulullah bersabda, “Al-M ufarridûn akan lebih dahulu masuk surga. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah al-Mufarridûn itu?” Beliau menjawab, “Pria dan wan ita yang ban yak mengingat Allah.” (HR. Muslim)

Orang yang berpuasa dan mengingat Allah merupakan orang yang terlebih dahulu melakukan kebajikan, paling dahulu masuk surga, dan paling jauh dan neraka. Catatan amal perbuatannya penuh dengan kebaikan dan perbuatan mulia.

Rasulullah pernah menjawab pertanyaan salah seorang sahabat yang menanyakan tentang amal perbuatan yang dapat dijadikan pegangan baginya. Dia bersabda, “Amal yang membuat lidahmu selalu basah dengan zikir kepada Allah.” (HR. At-Turmudzi)

Ungkapan hadis tersebut sungguh indah, menarik, dan kreatif. Bagaimana seorang yang sedang merasa kelaparan dapat selalu mengingat Allah? Bagaimana seseorang yang sedang merasa kehausan dapat selalu bertasbih kepada Allah?

Orang yang banyak berzikir setiap hembusan nafasnya adalah zikir, pertemuan kedua bibirnya adalah zikir, dan dimanapun ia berada selalu berzikir.

Orang yang banyak berzikir akan dibalas dengan pahala yang sangat besar, balasan tertinggi, dan karunia yang paling agung.

Jika ada yang berpaling dan berzikir maka hatinya selalu diliputi kesedihan, kegundahan, dan kedukaan. Sebenamya ada obat penawar untuk mengatasi perasaan seperti itu, akan tetapi mereka tidak mengetahuinya.

“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’ad: 28)

“Orang yang mengucapkan ‘Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya’ maka akan ditanamkan pohon kurma baginya di surga kelak.” (HR. At-Turmudzi)

Berapa banyak pohon kurma yang tidak didapat oleh orang yang selalu diberatkan dengan tidur dan keengganan yang berkepanjangan.

“Ucapan ‘Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar’ lebih aku sukai daripada terbitnya matahari.” (HR. Muslim)

Demikianlah, Rasulullah menegaskan bahwa matahari yang terbit tidaklah sebanding dengan ucapan ‘Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar’.

Adakah orang yang mengisi waktunya dengan ucapan kalimat-kalimat yang dahsyat ini? Jika ada orang yang membaca kalimat-kalimat ini, maka di han kemudian ia akan memperoleh cahaya, kesenangan, dan kebahagiaan.

“Tidakkah kalian ingin tahu tentang amal perbuatan yang paling baik dan paling suci? Amal itu lebih baik dari pada menginfakkan emas dan uang, dan lebih baik daripada men yerang musuh.” Para sahabat berkata, “Tentu.” Beliau kembali bersabda, “Zikir kepada Allah.” (HR. At-Turmudzi-Ibnu Majah)

Orang yang gemar melakukan kebajikan setelah shalat fajar, biasanya duduk berzikir hingga menjelang siang. Sebagian mereka membaca al-Qur’an setelah shalat fajar hingga hati mereka terbuka dengan ayat-ayat Allah dan hukum-hukum syariat. Hati mereka pun terisi penuh dengan cahaya ilahi. malang orang yang kehilangan bulan Ramadhan begitu saja tanpa diisi dengan zikir kepada Tuhannya.

Masih adakah orang yang mau menggunakan sisa nafas, umur, dan waktu yang dimilikinya untuk berzikir kepada Allah? []

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam