Home / dunia islam terkini / Zakat Mal atau perhiasan

Zakat Mal atau perhiasan

Masalah kelima puluh

Zakat Perhiasan

 

Pembahasan zakat perhiasan atau yang termasuk dengan zakat mall,  sengaja saya masukkan kedalam pembahasan puasa, karena bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat, dan juga karena dalam masalah ini sering terjadi perbedaan pendapat. Di antara ulama, ada orang yang mewajibkan zakat perhiasan, ada pula yang tidak mewajibkannya. Di sini, saya ingin menyebutkan pendapat yang terkuat dalam hal ini. Secara umum, kewajiban untuk mengeluarkan zakat ini ditunjukan oleh firman Allah s.w.t.,

“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34)

Tidak ada seorang pemilik emes dan perak pun tidak mengeluarkan zakatnya kecuali pada hari Kiamat nanti akan dibentangkan beberapa papan logam yang lebar, kemudian papan-papan itu akan dipanaskan di dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung orang itu. (HR. Muslim)

Amr ibn Syu’aib meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah mendatangi Nabi dengan membawa anak perempuannya. Anak perempuan itu memakai dua gelang emas, maka Nabi bersabda, “Sudahkah kamu mengeluarkan zakat untuk emasa ini?” Wanita itu menjawab, “Belum.” Nabi s.a.w. bersabda, “Apakah kamu seneng jika Allah memakaikannya kepadamu dua gelang yang terbuat dari api pada hari kiamat nanti?” Mendengarkan itu, wanita ptu pun melemparkan kedua gelang tersebut.

Dalam riwayat lain disebutkan, “…Kemudian wanita itu melepasa kedua gelang tersebut, dan menyerahkan kepada Rasulullah s.a.w. seraya berkata, ‘Kedua gelang ini untuk Allah dan Rasul-Nya.’”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Asma binti Yazid ibn as-Sakan bahwa dia berkata, “Aku dan bibiku pernah menemui Rasulullah s.a.w…. (kemudian Asma menyebutkan hadis diatas).” (HR. Ahmad)

Ummu Salmah r.a. meriwatyatkan bahwa dia pernah memakai perhiasan yang terbuat dari emas, lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah ini termasuk harta simpanan?” Rasulullah pun menjawab, “Jika kamu mengeluarkan zakat emas tersebut, maka ia tidak termasuk harta simpanan.”

Dalil-dalil ini cukup untuk menjelaskan bahwa seseorang harus mengeluarkan zakat dari perhiasanya, baik perhiasan itu dipakainya ataupun tidak. Inilah penapat mayoritas ulama.

Sedangkan dalil-dalil yang digunakan oleh orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka merupakan dalil-dalil yang lemah. Seperti hadis  yang dirawaytkan dari Samrah ibn Jundub r.a. bahwaa dia berkata, “Rasullah pernah menyuruh kami mengeluarkan zakat barang-barang yang kita anggap sebagai baranng-barang dagangan.”

Oleh karena itu, seorang muslim harus mengingatkan dan memberikan dorongan kepada keluarganya untuk membayar zakat perhiasan, zakat harta atau zakat mall yang telah sampai pada nisab zakat mall atau emas.

About admin

Check Also

niat puasa sunnah

Masalah kesembilan belas Kapankah niat puasa sunnah diutarakan?   Aisyah r.a. meriwayatkan, “Pada suatu hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tanya Jawab Agama Islam